Telkom Akses Siagakan 20.936 Teknisi Jaga Jaringan

Telkom Akses Siagakan 20.936 Teknisi Jaga Jaringan

  • statuemadebronze – Guna memastikan kelancaran layanan telekomunikasi selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H, PT Telkom Akses (TA) melakukan langkah proaktif dengan menyiagakan ribuan tenaga lapangan. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini berkomitmen menjaga stabilitas jaringan di tengah lonjakan trafik data yang diprediksi akan meningkat signifikan tahun ini.

Langkah pengamanan infrastruktur ini mencakup pemeliharaan rutin hingga kesiapan penanganan gangguan secara cepat (recovery) di titik-titik krusial. Telkom Akses memfokuskan pengawasan pada area pemukiman, jalur mudik utama, hingga pusat keramaian guna menjamin pengalaman digital pelanggan tetap lancar selama momen silaturahmi.

Direktur Operation Telkom Akses, Ambari, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur fisik adalah prioritas utama perusahaan dalam menghadapi siklus tahunan ini.

“Kami mengerahkan sebanyak 20.936 personel teknis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Seluruh tim ini akan bekerja dalam skema siaga untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat teratasi sesegera mungkin, sehingga layanan internet dan komunikasi pelanggan tidak terganggu selama periode Idul Fitri,” ujar Ambari dalam keterangan resminya.

Menurutnya, pengerahan puluhan ribu personel ini merupakan bentuk dedikasi perusahaan untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan hari raya.

Pemerintah sendiri telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kamis (19/3/2026) . Dengan penetapan ini, periode mudik diprediksi mencapai puncaknya pada H-3 hingga H-1 Lebaran.

Fokus Pengawasan di Titik-Titik Rawan

Telkom Akses memetakan sejumlah area yang menjadi prioritas pengawasan selama masa siaga. Fokus utama meliputi:

  • Jalur mudik utama: Sepanjang koridor tol Trans-Jawa dan jalur pantura yang menjadi lintasan utama pemudik.
  • Area pemukiman padat: Termasuk perumahan dan kawasan perkotaan dengan konsumsi data tinggi.
  • Pusat keramaian: Bandara, stasiun, terminal, serta pusat perbelanjaan yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.

Seluruh personel yang disiagakan akan bekerja dalam skema shift 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap setiap laporan gangguan. Perusahaan juga telah menyiapkan pusat kendali (command center) yang memantau kondisi jaringan secara real-time.

Dengan kesiapan ini, Telkom Akses berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan tetap terhubung dengan keluarga, baik melalui komunikasi suara maupun akses data untuk berbagi momen kebahagiaan di hari yang fitri.

“Baca Juga : Talbiyah Umroh: Bacaan Lengkap dan Tata Cara

Strategi Kesiapan Telkom Akses: Monitoring Digital 24 Jam hingga Optimalisasi Rest Area Tol

Selain pengerahan personel, Telkom Akses juga mengandalkan sistem monitoring digital yang bekerja secara real-time 24 jam sehari. Berikut adalah poin-poin utama strategi kesiapan Telkom Akses:

1. Pengerahan Personel: 20.936 Teknisi Siaga

Total 20.936 teknisi disiagakan di berbagai regional, mulai dari area Sumatera hingga Kawasan Timur Indonesia. Mereka tersebar di seluruh unit regional operasi Telkom Akses, siap bergerak cepat setiap kali ada laporan gangguan.

2. Posko Siaga: Pusat Komando Koordinasi Lapangan

Pembentukan posko khusus yang berfungsi sebagai pusat komando koordinasi lapangan selama masa libur lebaran. Posko ini terhubung langsung dengan seluruh tim teknis di daerah dan beroperasi 24 jam untuk memastikan setiap kendala dapat segera dikoordinasikan.

3. Preventif Maintenance: Pengecekan Sebelum Puncak Arus Mudik

Tim melakukan pengecekan jalur kabel serat optik dan perangkat active element sebelum puncak arus mudik terjadi. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi kerusakan lebih awal dan melakukan perbaikan preventif, sehingga risiko gangguan saat hari raya dapat diminimalkan.

4. Optimalisasi Jalur Mudik: Perhatian Khusus di Titik-Titik Krusial

Telkom Akses memberikan perhatian khusus pada infrastruktur di stasiun, bandara, terminal, serta rest area tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera. Titik-titik ini diprediksi mengalami lonjakan kepadatan pengguna internet yang signifikan selama periode mudik.

Dengan kombinasi antara kekuatan personel di lapangan dan sistem monitoring digital, Telkom Akses menargetkan waktu pemulihan gangguan (mean time to repair/MTTR) yang lebih cepat dibandingkan periode mudik tahun sebelumnya. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui layanan pelanggan resmi jika menemukan indikasi gangguan jaringan di lingkungan masing-masing.

Komitmen ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Perhubungan yang memperkirakan pergerakan nasional selama Lebaran 2026 mencapai 157,35 juta orang, meningkat 17,05 persen dibandingkan survei Lebaran 2025 . Dengan demikian, infrastruktur digital yang andal menjadi kebutuhan dasar yang tidak kalah pentingnya dengan infrastruktur transportasi darat.

“Baca Juga : Pengamat Nilai Layanan Dukcapil Krusial bagi Korban Bencana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *