statuemadebronze – Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis dini hari. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa rombongan terbatas mendarat pukul 00.01 WIB. Kedatangan ini menandai rampungnya rangkaian lawatan ke dua negara Asia Timur. Presiden sebelumnya mengunjungi Jepang dan Korea Selatan dalam agenda kunjungan kenegaraan.
Pesawat bertolak dari Pangkalan Udara Militer Seongnam di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4) malam. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi Presiden dalam penerbangan pulang. Rombongan terbatas lainnya juga berada dalam satu pes kepresidenan. Perjalanan dari Seoul ke Jakarta berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Di apron Lanud Halim Perdanakusuma, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdiri di ujung tangga pesawat. Gibran mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan kopiah senada. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam penyambutan tersebut. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN M. Herindra turut hadir.
Prabowo langsung menyalami satu per satu pejabat yang menyambut kedatangannya. Presiden memulai dari Wapres Gibran, kemudian Mensesneg, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN. Ia kemudian menyalami jajaran pejabat di barisan belakang. Dirut Garuda Indonesia Glenny Kairupan dan Danpaspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha turut disambut.
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan berlangsung selama beberapa hari. Kedua negara menjadi mitra strategis Indonesia di kawasan Asia Timur. Lawatan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama di bidang ekonomi, energi, dan investasi. Dengan kepulangan Presiden, rangkaian diplomasi tingkat tinggi tersebut resmi berakhir. Pemerintah kini akan menindaklanjuti komitmen yang telah disepakati selama kunjungan.
“Baca Juga : Kemenkum Ambil Sumpah Anak Berkewarganegaraan Ganda“
Prabowo Bercakap dengan Dirut Garuda Sebelum Tinggalkan Lanud, Lawatan Hasilkan Rp380 Triliun
Presiden Prabowo Subianto sempat berbincang sejenak dengan Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan di apron Lanud Halim Perdanakusuma. Percakapan singkat itu berlangsung usai Presiden menyalami seluruh jajaran pejabat penyambut. Selepas itu, Presiden langsung berjalan menuju mobil kepresidenan Maung Garuda. Ia pun meninggalkan Lanud Halim Perdanakusuma ditemani rombongan terbatas.
Tidak lama setelah Presiden bertolak, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga meninggalkan lokasi. Pejabat lainnya yang hadir dalam upacara penyambutan pun turut meninggalkan Lanud. Kedatangan Presiden di Tanah Air menandai rampungnya rangkaian lawatan ke Jepang dan Korea Selatan. Seluruh rangkaian kunjungan kenegaraan berlangsung selama beberapa hari penuh.
Presiden Prabowo mengawali lawatan di Jepang pada 29 Maret hingga 31 Maret 2026. Di Tokyo, ia untuk pertama kalinya bertemu Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran. Prabowo juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Ia pun bertemu dengan perwakilan pebisnis Indonesia-Jepang dalam agenda tersebut.
Salah satu pencapaian utama lawatan ini adalah kesepakatan kerja sama strategis. Presiden menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian antara pelaku usaha kedua negara. Nilai total kerja sama tersebut mencapai 23,63 miliar dolar Amerika Serikat. Angka itu setara dengan sekitar Rp380 triliun dalam kurs terkini.
Lawatan ke Korea Selatan menjadi rangkaian kedua dari kunjungan kenegaraan ini. Di Seoul, Presiden disambut Presiden Lee Jae Myung di Blue House dengan upacara kenegaraan. Kedua pemimpin membahas berbagai potensi kerja sama strategis bilateral. Dengan hasil konkret yang diraih, lawatan ini diharapkan memperkuat hubungan Indonesia dengan kedua mitra utama di Asia Timur.
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati 10 MoU, dari Ekonomi hingga AI di Blue House
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan kenegaraan ke Seoul, Korea Selatan, setelah merampungkan agenda di Jepang. Di Istana Kepresidenan Blue House, Prabowo bertemu dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada Rabu pagi waktu setempat. Kedua pemimpin mengadakan pertemuan bilateral yang membahas berbagai sektor strategis. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting bagi hubungan kedua negara.
Presiden Prabowo dan Presiden Lee menyepakati peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, pertahanan, dan kecerdasan buatan. Ketiga sektor ini menjadi fokus utama penguatan kemitraan strategis Indonesia-Korea Selatan. Kedua pemimpin juga menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) kerja sama. Penandatanganan ini berlangsung dalam suasana bilateral yang hangat dan produktif.
Sepuluh MoU mencakup beragam sektor prioritas kerja sama kedua negara. Kedua pihak sepakat membentuk dialog strategis komprehensif khusus. Kerja sama ekonomi 2.0 dan kemitraan mineral kritis turut disepakati. Pengembangan digital serta kerja sama kecerdasan buatan untuk kesehatan dasar dan pembangunan manusia juga masuk dalam daftar.
Kerja sama lainnya meliputi sektor energi bersih dan penangkapan serta penyimpanan karbon (CCS). Industri jasa pembangkit lepas pantai menjadi bagian dari kesepakatan. Perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual juga mendapat perhatian. Kerja sama keuangan antara Danantara dan Exim Bank of Korea melengkapi sepuluh MoU yang ditandatangani.
Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting bagi hubungan bilateral. Indonesia dan Korea Selatan telah menjadi mitra strategis selama beberapa dekade. Kesepakatan yang dihasilkan diharapkan memperkuat kerja sama di berbagai sektor. Dengan hasil konkret ini, kedua negara siap melangkah ke fase kemitraan yang lebih erat dan saling menguntungkan.
“Baca Juga : UNIFIL Investigasi Penyerangan Prajurit TNI di Lebanon“




Leave a Reply