Fadli Zon Serukan Perlindungan Budaya Keraton Surakarta

Fadli Zon Serukan Perlindungan Budaya Keraton Surakarta

Statue Made Bronze Fadli Zon Serukan Perlindungan Budaya Keraton Surakarta Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Keraton Surakarta Hadiningrat. Ia menilai, keraton memiliki nilai sejarah dan kebudayaan tinggi yang harus dirawat sebagai bagian dari identitas bangsa.

Fadli Zon menyampaikan, Kementerian Kebudayaan akan terus memfasilitasi pelestarian aset bersejarah di Keraton Surakarta. Upaya tersebut mencakup pemugaran Panggung Songgo Buwono dan Museum Keraton Surakarta yang menjadi pusat kebudayaan Jawa.

“Kami berharap aset budaya dan cagar budaya keraton ini terus menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional kita,” ujar Fadli dalam keterangan resmi, Rabu (5/11/2025), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui fisik bangunan, tetapi juga lewat penguatan fungsi keraton sebagai ruang edukasi dan diplomasi kebudayaan.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat untuk bertakziah. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Sri Susuhunan Pakubuwono XIII yang wafat pada 2 November 2025 di usia 77 tahun.

“Atas nama Kementerian Kebudayaan, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII,” kata Fadli.

Fadli mengenang almarhum sebagai sosok yang berkomitmen melestarikan budaya Jawa dan memperkuat peran keraton sebagai pusat kebudayaan nasional. Kementerian Kebudayaan memberikan penghormatan atas dedikasi panjang PB XIII dalam menjaga warisan leluhur bangsa.

BACA JUGA :di Sini

Fadli Zon Serukan Perlindungan Budaya Keraton Surakarta Ribuan Warga Padati Imogiri Sambut Pemakaman PB XIII

Rabu (5/11/2025), suasana haru menyelimuti kompleks pemakaman raja-raja di Pajimatam Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ribuan warga dan wisatawan datang memberi penghormatan terakhir kepada PB XIII.

Mereka datang dengan berpakaian adat Jawa maupun pakaian biasa, mencerminkan semangat kebersamaan lintas latar belakang. “Dari Tanggerang saya ke Semarang dan turun di Giwangan, lalu ke sini naik ojek,” kata Beni Purwanto (73), warga yang datang khusus untuk menghormati sang raja.

Mahasiswa asal Medan, Vioni Sarah, turut hadir karena ingin menyaksikan prosesi kebudayaan yang dianggap langka. “Ada unsur peristiwa budayanya. Ini jadi pengalaman yang mungkin sekali seumur hidup,” ujarnya.

Tak hanya masyarakat lokal, wisatawan mancanegara juga hadir. Hilma Nilsson, WNA asal Swedia, mengaku tertarik menyaksikan langsung tradisi pemakaman raja Jawa. “Kami ingin melihat langsung peristiwa budaya setempat di Indonesia,” katanya.

Jenazah PB XIII diberangkatkan dari Solo menuju Yogyakarta pukul 12.00 WIB. Prosesi pemakaman mengikuti tata cara adat, dengan jenazah diusung 30 penandu menaiki 409 anak tangga menuju kompleks pemakaman. PB XIII dimakamkan berdampingan dengan PB XII setelah disalatkan di Masjid Pajimatam.

Sebelumnya, kabar duka datang dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Raja Keraton, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Hangabehi, meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Indriati, Grogol, Solo Baru.

“Benar, tadi saya dapat kabar,” kata adik almarhum, KGPH Puger. Kabar serupa dikonfirmasi Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, yang menyebut almarhum wafat sekitar pukul 07.40 WIB.

Pemakaman dilakukan dengan mengikuti seluruh tata cara adat Keraton Surakarta sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada raja yang telah berjasa melestarikan kebudayaan Jawa.

Wafatnya PB XIII menjadi momentum refleksi penting bagi pelestarian budaya Jawa. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menegaskan akan melanjutkan program revitalisasi keraton dan memastikan warisan budaya tersebut tetap hidup di tengah masyarakat.

Pelestarian budaya, kata Fadli Zon, bukan sekadar menjaga benda atau bangunan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. “Keraton adalah cermin identitas bangsa. Kita harus menjaganya bersama,” tutupnya.

BACA JUGA :di Sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *