statuemadebronze, Moskow / Sydney – Insiden penembakan massal di kawasan Pantai Bondi, Sydney, Australia, memicu gelombang kecaman internasional. Peristiwa berdarah Penembakan Massal tersebut terjadi bertepatan dengan perayaan Hanukkah pada Minggu, 14 Desember, dan menewaskan sedikitnya 16 orang.
Selain korban meninggal, sekitar 40 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis. Dua anggota kepolisian New South Wales juga terluka saat bertugas mengamankan lokasi kejadian.
Insiden ini mengguncang Australia dan memicu reaksi keras dari berbagai negara yang mengecam terorisme serta kebencian berbasis antisemitisme.
Amerika Serikat Tegaskan Penolakan Terhadap Terorisme dan Antisemitisme
Amerika Serikat menjadi salah satu negara pertama yang menyampaikan sikap resmi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa terorisme dan antisemitisme tidak memiliki tempat di dunia mana pun.
“Amerika Serikat dengan tegas mengutuk serangan teroris di Australia yang menargetkan perayaan Yahudi. Antisemitisme tidak memiliki tempat di dunia ini,” tulis Rubio melalui platform X.
Ia juga menyampaikan doa dan simpati kepada para korban, komunitas Yahudi, serta rakyat Australia yang terdampak tragedi tersebut. Pernyataan ini menegaskan komitmen AS dalam memerangi kekerasan berbasis kebencian.
Solidaritas Eropa: Polandia dan Prancis Sampaikan Dukungan
Dari Eropa, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyampaikan duka mendalam dan solidaritas kepada Australia. Ia menegaskan bahwa antisemitisme selalu berujung pada tindakan kriminal.
“Antisemitisme, di mana pun ia muncul, selalu berujung pada tindakan kriminal. Hari ini, Polandia berdiri bersama Australia dalam masa duka ini,” tulis Tusk di platform X.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan dukungan langsung kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Macron menegaskan bahwa Prancis menolak segala bentuk kebencian berbasis antisemitisme.
Prancis Tegaskan Komitmen Melawan Kebencian Antisemit
Dalam pernyataannya, Presiden Macron menyampaikan simpati kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia juga menegaskan bahwa Prancis akan terus berjuang melawan antisemitisme di mana pun terjadi.
“Prancis menyampaikan simpati kepada para korban, mereka yang terluka, serta orang-orang terkasih mereka. Kami turut merasakan duka rakyat Australia,” ujar Macron.
Macron menilai tragedi ini sebagai pengingat bahwa kebencian berbasis identitas masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat global.
Serbia dan Lebanon Kecam Kekerasan Berbasis Kebencian
Kecaman juga datang dari kawasan Balkan dan Timur Tengah. Presiden Serbia Aleksandar Vucic menegaskan bahwa negaranya menolak segala bentuk antisemitisme dan berdiri bersama komunitas Yahudi.
Vucic menyampaikan bahwa kekerasan terhadap kelompok agama atau etnis tertentu tidak dapat ditoleransi dalam masyarakat modern. Serbia, menurutnya, mendukung upaya global melawan ekstremisme.
Presiden Lebanon Joseph Aoun turut menyampaikan sikap serupa. Ia menilai tragedi di Sydney lahir dari penyebaran ide kebencian dan ekstremisme yang berujung pada kekerasan.
Iran Ikut Mengecam Meski Hubungan Diplomatik Tegang
Meski hubungan diplomatik Iran dan Australia sedang kurang baik, Teheran tetap menyampaikan kecaman. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan.
“Sebagai prinsip, Iran mengutuk serangan kekerasan terhadap warga sipil di Sydney, Australia,” kata Baghaei melalui platform X.
Ia menambahkan bahwa terorisme dan pembunuhan massal harus dikutuk di mana pun terjadi, karena merupakan tindakan ilegal dan kriminal menurut hukum internasional.
Kronologi Singkat Insiden Penembakan Massal di Bondi
Menurut keterangan kepolisian New South Wales, insiden terjadi ketika sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah warga di kawasan Pantai Bondi. Serangan berlangsung secara tiba-tiba dan menyebabkan kepanikan massal.
Polisi mencatat sedikitnya 16 orang meninggal dunia, termasuk satu orang yang diduga sebagai pelaku. Sekitar 40 korban lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Satu terduga pelaku lain dilaporkan dalam kondisi kritis. Aparat keamanan segera menutup area pantai dan sekitarnya untuk kepentingan penyelidikan.
Serangan Penembakan Massal Terjadi Saat Perayaan Hanukkah
Menurut laporan penyiar publik Israel, Kan, penembakan terjadi saat upacara penyalaan lilin Hanukkah. Acara tersebut dihadiri oleh komunitas Yahudi setempat.
Fakta ini memperkuat dugaan bahwa serangan tersebut bermotif kebencian berbasis agama. Otoritas Australia telah mengklasifikasikan insiden ini sebagai aksi terorisme.
Pemerintah Australia menyatakan akan meningkatkan pengamanan di lokasi-lokasi ibadah dan ruang publik, terutama selama perayaan keagamaan.
Komunitas Internasional Serukan Persatuan Lawan Ekstremisme
Gelombang kecaman internasional menunjukkan konsensus global dalam menolak terorisme dan antisemitisme. Para pemimpin dunia menekankan pentingnya solidaritas lintas negara dan agama.
Tragedi di Pantai Bondi menjadi pengingat bahwa ekstremisme masih menjadi ancaman nyata. Upaya kolektif dinilai penting untuk mencegah kekerasan serupa di masa depan.
Australia, dengan dukungan komunitas internasional, kini berfokus pada pemulihan korban dan penguatan keamanan nasional demi menjaga keselamatan publik.
baca juga di sini :Pengajuan Dana Bantuan Parpol Tunggu Hasil Audit BPK




Leave a Reply