Manfaat Pola Asimetrik pada Ban SUV untuk Kenyamanan Berkendara
Tren penggunaan Sport Utility Vehicle (SUV) di Indonesia mendorong produsen ban mengembangkan teknologi yang sesuai dengan karakter kendaraan multifungsi tersebut. Salah satu teknologi yang diterapkan ialah pola tapak asimetrik untuk menjaga kenyamanan tanpa mengesampingkan performa berkendara.
Pola asimetrik membagi karakter tapak ban ke dalam desain yang berbeda pada sisi tertentu. Konsep tersebut memungkinkan produsen mengoptimalkan karakter ban untuk kebutuhan seperti pengendalian, daya cengkeram, dan pengurangan kebisingan.
Pola Asimetrik Membantu Mengurangi Kebisingan Ban
R&D Manager PT Elangperdana Tyre Industry, Sandya Gilang, menjelaskan penggunaan pola asimetrik dapat membantu menciptakan karakter ban yang lebih senyap.
Ia menyampaikan penjelasan tersebut di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (1/8). Menurut Sandya, karakter SUV yang cenderung memiliki konstruksi lebih kuat dapat menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih tinggi saat digunakan.
“Pola Asimetrik itu sebenarnya bisa menghadirkan performa di ban dengan efek yang lebih senyap,” ujar Sandya.
Ia menilai karakter tersebut sesuai untuk SUV yang banyak digunakan sebagai kendaraan harian. Penggunaan pola asimetrik dapat membantu meredam suara yang muncul ketika ban bersentuhan dengan permukaan jalan.
Kenyamanan menjadi salah satu pertimbangan penting karena pemilik SUV tidak hanya menggunakan kendaraannya di medan berat. Banyak pengguna juga mengoperasikan SUV untuk perjalanan dalam kota dan perjalanan antarkota dengan permukaan jalan yang beragam.
baca juga: Apakah motor listrik boleh dicas semalaman? Ini penjelasan dan tips agar baterai awet
Accelera Omikron R/T Hadir untuk Beragam Kondisi Jalan
Kebutuhan terhadap ban yang mampu menggabungkan kenyamanan dan kemampuan melintasi medan beragam mendorong PT Elangperdana Tyre Industry memperkenalkan Accelera Omikron Rugged Terrain (R/T).
Ban tersebut menyasar pengguna SUV yang membutuhkan keseimbangan antara karakter berkendara di jalan raya dan kemampuan menghadapi permukaan jalan yang lebih menantang.
Accelera Omikron R/T mengusung desain blok All-Terrain agresif, pola bagian tengah berbentuk zig-zag dinamis, serta alur yang lebar dan dalam. Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung penggunaan kendaraan di jalan aspal maupun permukaan seperti tanah dan kerikil.
Kehadiran produk tersebut sekaligus menandai langkah Accelera memasuki kategori Rugged Terrain. Segmen ini menawarkan karakter ban yang berada di antara kebutuhan penggunaan jalan raya dan kemampuan menghadapi medan nonaspal.
Desain Sidewall Memberikan Pilihan Tampilan
Selain pola tapak, desain dinding ban atau sidewall juga menjadi bagian yang diperhatikan pada sejumlah model. Produsen dapat memberikan desain berbeda pada masing-masing sisi untuk memberikan pilihan tampilan kepada pemilik kendaraan.
Pengguna kemudian dapat menentukan sisi ban yang ingin ditampilkan sesuai preferensi visual. Perbedaan desain tersebut tidak mengubah fungsi utama ban selama pemasangan mengikuti ketentuan dan arah penggunaan yang ditetapkan produsen.
Konsep tersebut memberikan nilai tambah bagi pemilik SUV yang mempertimbangkan aspek fungsional sekaligus tampilan kendaraan.
Omikron R/T Tersedia dalam 20 Ukuran
PT Elangperdana Tyre Industry menyebut Accelera Omikron Rugged Terrain tersedia dalam 20 pilihan ukuran. Perusahaan juga mengklaim produk tersebut telah melewati pengujian sejauh 30.000 kilometer dalam penggunaan normal.
Namun, jarak tempuh bukan satu-satunya faktor yang menentukan usia pakai ban. Kondisi ban juga dipengaruhi oleh gaya berkendara, tekanan angin, beban kendaraan, serta karakter permukaan jalan yang sering dilalui.
Karena itu, pemilik SUV tetap perlu menjaga tekanan angin sesuai rekomendasi kendaraan dan melakukan pemeriksaan kondisi ban secara berkala. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan pola tapak dan komponen ban tetap berada dalam kondisi yang sesuai.
Ban R/T Menawarkan Kompromi untuk Pengguna SUV
Karakter Rugged Terrain pada Accelera Omikron R/T menawarkan kompromi antara kenyamanan di jalan raya dan kemampuan menghadapi permukaan yang lebih kasar. Ban tersebut ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan fleksibilitas lebih dari sekadar ban untuk penggunaan aspal.
Pola tapak asimetrik juga menjadi salah satu pendekatan untuk menghasilkan karakter berkendara yang lebih senyap. Bagi pengguna SUV, karakter tersebut dapat mendukung kenyamanan, terutama ketika kendaraan lebih sering digunakan dalam aktivitas harian.
Pada akhirnya, pemilihan ban tetap perlu disesuaikan dengan ukuran standar kendaraan, pola penggunaan, kondisi jalan, beban kendaraan, serta rekomendasi produsen. Dengan pertimbangan tersebut, pengguna dapat memilih karakter ban yang sesuai tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara.
baca juga: MINI Indonesia Rilis Dua Koleksi Eksklusif di GIIAS 2026, Hanya 49 Unit




Leave a Reply