Swiatek Kalahkan Pegula, Melaju ke Semifinal Italian Open 2026

Swiatek Kalahkan Pegula, Melaju ke Semifinal Italian Open 2026

statuemadebronze -Petenis unggulan keempat asal Polandia, Iga Swiatek, tampil perkasa di perempat final Internazionali BNL d’Italia 2026. Ia menghadapi unggulan kelima, Jessica Pegula. Swiatek menang telak dengan skor 6-1, 6-2. Pertandingan hanya berlangsung satu jam tujuh menit. Ini menjadi kemenangan tercepat Swiatek di turnamen Roma sepanjang kariernya.

“Tentu saja saya sangat senang dengan pertandingan ini,” kata Swiatek dalam konferensi pers usai laga, dikutip dari WTA, Kamis (14/5). “Sejak awal saya merasa bisa mendikte jalannya pertandingan. Secara taktik semuanya masuk akal. Saya merasakan bola dengan sangat baik. Saya hanya memanfaatkan kesempatan saya dan cukup percaya diri.”

Statistik menunjukkan dominasi luar biasa Swiatek. Ia tidak menghadapi satu pun break point saat melakukan servis. Persentase servis pertamanya mencapai 77,8 persen. Dari servis pertama, ia memenangi 77,1 persen poin. Sementara dari servis kedua, ia memenangi 60 persen poin. Angka-angka ini menegaskan penguasaan penuh atas jalannya pertandingan.

Swiatek, yang merupakan juara bertahan tiga kali di Roma (2021, 2022, 2024), semakin kokoh sebagai favorit merebut gelar keempat. Sementara Pegula, yang belum pernah melangkah ke final di tanah liat Roma, tampak kesulitan beradaptasi dengan variasi pukulan Swiatek. Swiatek kini menanti pemenang antara Coco Gauff dan Aryna Sabalenka di babak semifinal. Head-to-head Swiatek melawan Sabalenka 7-3, sementara melawan Gauff 10-1. 

Baca juga:Inter Milan Juara Coppa Italia 2025/2026 Usai Kalahkan Lazio 2-0

Kemenangan atas Pegula Akhiri Enam Kekalahan Beruntun Lawan Top 10

Iga Swiatek mengomentari statistik servisnya yang impresif. Ia jujur mengakui kelemahan servis di lapangan tanah liat. “Jujur, saya merasa di lapangan tanah liat tidak ada banyak tekanan pada servis. Karena tidak mudah mendapatkan poin gratis,” ujar petenis Polandia itu.

Ia tahu kekuatan utamanya ada di permainan baseline. “Saya tahu saya memiliki permainan baseline yang sangat bagus. Jadi meskipun servis saya biasa saja dan tidak terlalu berpengaruh, saya tahu masih ada di tangan saya apa yang akan terjadi pada poin tersebut.”

Kemenangan atas Pegula (peringkat lima) menandai kemenangan pertama Swiatek atas lawan peringkat 10 besar musim ini. Sebelumnya, ia kalah dalam enam pertandingan melawan pemain top 10. Termasuk empat kekalahan sepanjang 2026. Catatan ini menjadi kekalahan terpanjang dalam kariernya melawan elit.

Meski begitu, Swiatek tetap memiliki rekor kuat lawan pemain papan atas. Sejak debut 2019, ia mencatat 54 kemenangan atas pemain peringkat 10 besar. Jumlah ini dua lebih banyak dari Aryna Sabalenka, yang kini menjadi petenis peringkat satu dunia.

Kemenangan atas Pegula menjadi modal penting untuk babak semifinal Roma. Swiatek akan bertemu pemenang antara Coco Gauff dan Aryna Sabalenka. Dengan kepercayaan diri yang pulih, Swiatek siap mengejar gelar keempat di Foro Italico. Ia juga membidik gelar WTA 1000 ke-11.

Swiatek Ukir 25 Kemenangan di Roma, Samai Rekor Legenda Evert, Martinez, dan Sabatini

Iga Swiatek mencatatkan rekor impresif di Roma. Enam dari tujuh kemenangannya atas Jessica Pegula diraih dalam dua set langsung. Tiga dari lima kemenangan Pegula juga terjadi dalam dua set langsung. Dengan kemenangan terbaru, Swiatek meningkatkan catatannya menjadi 25-3 sepanjang karier di Roma. Ia telah memenangi turnamen ini tiga kali.

Di era tenis modern atau Open, hanya tiga legenda yang mencapai 25 kemenangan di Roma. Mereka adalah Chris Evert, Conchita Martinez, dan Gabriela Sabatini. Ketiganya melakukannya dalam jumlah pertandingan lebih sedikit, yakni 27 pertandingan. Swiatek kini sejajar dengan mereka.

“Tujuannya adalah untuk memainkan pertandingan sebanyak mungkin. Saya sangat senang memiliki kesempatan untuk melakukan itu. Karena saya merasa tidak banyak bermain sama sekali, dibandingkan musim lalu,” kata Swiatek tentang penampilannya di Roma musim ini.

Kemenangan atas Pegula juga memutus rekor buruk Swiatek. Sebelumnya ia kalah enam kali beruntun lawan pemain top 10. Musim ini saja ia sudah menelan empat kekalahan dari elit. Namun dengan modal kepercayaan diri yang pulih, Swiatek siap melangkah ke semifinal. Ia akan menghadapi pemenang antara Coco Gauff dan Aryna Sabalenka.

Statistik tambahan menunjukkan konsistensi Swiatek di tanah liat. Ia memiliki persentase kemenangan 88,2 persen di Roma. Ini adalah salah satu yang terbaik di antara pemain aktif. Dengan tiga gelar dan 25 kemenangan, Swiatek membidik gelar keempat. 

Baca juga:Carlo Ancelotti Tepis Kabar Pemain Real Madrid Susah Diatur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *