Sinner Kejar Golden Masters di Final Roma

Sinner Kejar Golden Masters di Final Roma

statuemadebronze -Jannik Sinner membuka peluang bersejarah di Italian Open 2026. Petenis nomor satu dunia itu akan berlaga di partai final, Minggu (16/5). Ia berhadapan dengan Casper Ruud dari Norwegia. Kemenangan akan mengantarkan Sinner menyelesaikan Career Golden Masters di tanah kelahirannya. Sementara Ruud mengincar gelar perdana di ajang ATP Masters 1000.

Sinner unggul 4-0 dalam rekor pertemuan atas Ruud. Termasuk kemenangan telak 6-0, 6-1 di perempat final Roma tahun lalu. Petenis Norwegia itu belum pernah memenangkan satu set pun melawan Sinner. Namun unggulan teratas tidak menganggap enteng lawannya. “Saya pikir dia bermain tenis jauh lebih baik saat ini. Jadi ini akan sangat sulit,” kata Sinner setelah mengalahkan Daniil Medvedev di semifinal.

“Setiap pertandingan, setiap minggu, sangat berbeda. Saya hanya senang bisa berdiri di sini di final. Ini turnamen spesial bagi saya dan orang Italia. Saya akan mencoba melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Sinner berupaya bergabung dengan Novak Djokovic. Ia ingin menjadi petenis kedua yang memenangi keseluruhan sembilan turnamen ATP Masters 1000 sejak seri dimulai pada 1990. Petenis nomor satu dunia itu memasuki final dengan catatan 33 kemenangan beruntun di level Masters 1000. Ia melampaui rekor Djokovic sebelumnya (31 pertandingan) setelah mengalahkan Andrey Rublev awal pekan ini.

Petenis berusia 24 tahun itu hampir tak terkalahkan di level Masters 1000 selama enam bulan terakhir. Ia meraih gelar di Paris, Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid. Ia menjadi petenis pertama dalam sejarah yang memenangi lima gelar ATP Masters 1000 berturut-turut. Jika Sinner merebut gelar Masters 1000 ke-10-nya, ia akan menjadi juara Italia pertama di Roma setelah Adriano Panatta pada 1976.

Baca juga:Dewa United Incar Tiga Poin saat Bertandang ke Solo

Casper Ruud Punya Keunggulan Istirahat Lebih Panjang Jelang Final

Jannik Sinner memburu sejarah di Italian Open 2026. Petenis nomor satu dunia itu akan berlaga di final, Minggu (17/5). Ia berhadapan dengan Casper Ruud dari Norwegia. Kemenangan akan mengantarkan Sinner menyelesaikan Career Golden Masters. Ia ingin menjadi petenis kedua setelah Novak Djokovic yang memenangi seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000.

Sinner unggul 4-0 dalam rekor pertemuan atas Ruud. Termasuk kemenangan telak 6-0, 6-1 di perempat final Roma tahun lalu. Namun Ruud memiliki modal berharga: waktu istirahat lebih panjang. Ruud menyelesaikan semifinal pada Jumat (14/5). Ia membantai Luciano Darderi 6-1, 6-1. Sementara laga Sinner melawan Daniil Medvedev ditangguhkan hujan. Pertandingan dilanjutkan dan rampung pada Sabtu (16/5). Sinner menang 6-2, 5-7, 6-4 dalam laga sengit.

“Saya hanya harus mencoba mendekatinya seperti pertandingan lainnya. Mencoba untuk tidak memikirkan gelombang besar di depan,” kata Ruud.

“Dengan semua momentum yang dia bangun, semua kepercayaan diri dan rekor yang dia pecahkan. Pada akhirnya, ia hanyalah manusia. Saya harus mencoba berpikir seperti itu sebisa mungkin.”

Ruud hanya sekali kalah lebih dari empat gim dalam satu set sepanjang turnamen. Ia melaju ke final Masters 1000 keempatnya. Sementara Sinner memasuki final dengan catatan 33 kemenangan beruntun di level Masters 1000. Ia melampaui rekor Djokovic (31) setelah mengalahkan Andrey Rublev awal pekan ini. Sinner juga meraih lima gelar Masters 1000 berturut-turut: Paris, Indian Wells, Miami, Monte-Carlo, dan Madrid.

Jika Sinner menang, ia akan menjadi juara Italia pertama di Roma setelah Adriano Panatta pada 1976. Final putra Italian Open 2026 akan digelar Minggu sore waktu setempat. Dukungan publik tuan rumah sangat besar. Namun Ruud punya keunggulan fisik karena istirahat lebih lama. Laga ini diprediksi sengit. Apakah Sinner mengukir sejarah atau Ruud meraih gelar Masters pertamanya? Kita saksikan.

Modal Istirahat Lebih Panjang dan Tekad Balas Dendam

Jannik Sinner memburu sejarah di Italian Open 2026. Petenis nomor satu dunia itu akan berlaga di final, Minggu (17/5). Ia berhadapan dengan Casper Ruud dari Norwegia. Kemenangan akan mengantarkan Sinner menyelesaikan Career Golden Masters. Ia ingin menjadi petenis kedua setelah Novak Djokovic yang memenangi seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000.

Sinner unggul 4-0 dalam rekor pertemuan atas Ruud. Termasuk kemenangan telak 6-0, 6-1 di perempat final Roma tahun lalu. Namun Ruud punya modal berharga: waktu istirahat lebih panjang. Ruud menyelesaikan semifinal pada Jumat (14/5). Ia membantai Luciano Darderi 6-1, 6-1. Sementara laga Sinner melawan Daniil Medvedev ditangguhkan hujan. Pertandingan dilanjutkan dan rampung pada Sabtu (16/5). Sinner menang 6-2, 5-7, 6-4 dalam laga sengit.

“Saya hanya harus mencoba mendekatinya seperti pertandingan lainnya. Mencoba untuk tidak memikirkan gelombang besar di depan,” kata Ruud.

“Dengan semua momentum yang dia bangun, semua kepercayaan diri dan rekor yang dia pecahkan, pada akhirnya ia hanyalah manusia. Saya harus mencoba berpikir seperti itu.”

Ruud hanya sekali kalah lebih dari empat gim dalam satu set sepanjang turnamen. Ia melaju ke final Masters 1000 keempatnya. Tahun lalu, Ruud kalah telak dari Sinner di perempat final Roma. “Saya akan mencoba tetap fokus pada kemampuan saya, tetap berkonsentrasi pada hal-hal yang saya kuasai,” ujar Ruud. “Saya tahu bahwa melawannya, Anda harus meningkatkan level permainan dua atau tiga kali lipat.”

Petenis berusia 27 tahun itu memiliki catatan 21-6 di Roma. Ia mencapai tiga semifinal sebelumnya di Foro Italico. Ruud juga pernah mengangkat trofi Masters 1000 di Madrid musim lalu. Ia menjadi petenis aktif keenam yang mencapai final di ketiga turnamen tanah liat Masters (Monte-Carlo, Madrid, Roma). Sementara Sinner memasuki final dengan 33 kemenangan beruntun di level Masters 1000, melampaui rekor Djokovic.

Baca juga:IBL Umumkan 5 Kandidat MVP 2026, Ada Bintang Dewa United hingga RANS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *