- statuemadebronze – Pasangan atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi/Kadek Adi Asih, berhasil menjuarai kategori speed relay dalam Asian Beach Games Sanya 2026, di China, Rabu (29/4/2026). Prestasi ini menambah pundi-pundi medali emas bagi kontingen Indonesia di ajang multicabang tingkat Asia tersebut.
🏅 Final: Kalahkan Korsel dengan Waktu Terpaut 3 Detik
Dalam perlombaan yang diselenggarakan di Tianya Haijiao Venue Cluster, pasangan putri Indonesia menundukkan perlawanan wakil Korea Selatan, Jimin Jeong/Hanareum Sung, di babak final (big final). Wakil Indonesia mengemas waktu 13,76 detik, sedangkan lawannya mencatatkan waktu 16,50 detik.
Selisih waktu yang cukup signifikan sebesar hampir 3 detik menunjukkan dominasi penuh Desak/Adi dalam babak penentuan medali emas. Keduanya tampil sangat kompak dalam transisi pergantian (relay touchpad), yang sering menjadi faktor krusial dalam lomba speed relay.
🛣️ Perjalanan Menuju Final: Ketat, Hanya Terpaut 0,004 Detik!
Perjalanan dua atlet putri andalan Merah Putih itu cukup ketat sebelum mencapai final. Mereka terlebih dahulu menang tipis dengan catatan waktu 13,174 detik saat mengalahkan wakil tuan rumah China, Yafei Zhou/Lijuan Deng, yang hanya membukukan 13,178 detik. Artinya, selisih kemenangan Indonesia atas China hanyalah 0,004 detik—setipis rambut!
Kemenangan dramatis ini sekaligus mengamankan posisi mereka di final dan mengeliminasi tuan rumah yang sangat ingin meraih emas di depan publiknya sendiri.
💔 Nasib Puja/Amanda: Terhenti di Perempat Final
Sementara itu, pasangan putri lainnya yaitu Puja Lestari/Amanda Narda Mutia terpaksa menghentikan langkahnya lebih awal. Mereka kalah di babak perempat final setelah dikalahkan oleh pasangan Korsel yang sama, Jimin Jeong/Hanareum Sung, yang akhirnya meraih perak.
Meski gagal meraih medali, pengalaman bertanding di Asian Beach Games ini akan sangat berharga bagi Puja/Amanda untuk persiapan ke ajang-ajang internasional berikutnya.
📊 Rekap Hasil Speed Relay Putri
| Babak | Pasangan Indonesia | Lawan | Hasil | Waktu |
|---|---|---|---|---|
| Final (Big Final) | Desak/Adi | Korsel (Jeong/Sung) | Menang (Emas) | 13,76 vs 16,50 |
| Semifinal | Desak/Adi | China (Zhou/Deng) | Menang (Dramatis) | 13,174 vs 13,178 (selisih 0,004) |
| Perempat final | Puja/Amanda | Korsel (Jeong/Sung) | Kalah | – |
Keberhasilan Desak Made Rita Kusuma Dewi (yang merupakan Peraih Emas Asian Games Hangzhou 2022) berduet dengan Kadek Adi Asih (pendatang baru berbakat) menjadi sinergi sempurna antara pengalaman dan kecepatan muda. Target selanjutnya adalah mempertahankan tradisi emas di SEA Games 2027 Malaysia dan kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. 🧗♀️🥇🇮🇩
“Baca Juga : Cara Buat Lemper Kenyal Tak Berlendir, Enak & Tahan Lama“
Indonesia Kirim 8 Atlet untuk Speed Relay Asian Beach Games 2026, Kalahkan China di Semifinal
Untuk mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026 di China, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim total delapan atlet disiplin speed yang terbagi atas masing-masing empat putra dan empat putri. Mereka diterjunkan untuk mengikuti dua kategori perlombaan utama, yaitu speed (individu) dan speed relay (beregu/pasangan).
Para wakil Tanah Air itu bersaing ketat dengan peserta dari negara-negara kuat Asia lainnya, di antaranya China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang, yang notabene memiliki pusat pelatihan panjat tebing modern.
🏃♀️🏃♂️ Perhitungan Waktu dalam Lomba Speed Relay
Dalam lomba panjat tebing speed relay atau estafet, perhitungan tidak dilakukan per individu seperti lari estafet biasa. Sistemnya unik:
Perhitungan dilakukan berdasarkan total waktu tim dari awal hingga pemanjat terakhir menyelesaikan lintasan.
Atlet memanjat secara bergantian. Atlet pertama memulai dari start. Setelah mencapai puncak dan menekan tombol timer (stop), atlet berikutnya langsung memulai dari posisi start tanpa menunggu waktu berhenti.
Detail Teknis:
- Waktu dihitung terus-menerus (continuous) dan tidak di-reset setiap pergantian atlet.
- Jam hanya berhenti ketika atlet terakhir dalam tim menyentuh matras finish (atau menekan tombol di puncak untuk nomor
speedstandar IFSC). - Yang dihitung adalah waktu kumulatif sejak start pertama sampai atlet terakhir finis.
- Tim dengan total waktu paling rendah (paling cepat) menjadi pemenang.
Contoh Ilustrasi:
Jika Atlet A membutuhkan 6 detik, Atlet B 7 detik, dan Atlet C 7.5 detik (total 20.5). Maka tim lawan, jika totalnya 21 detik, tim Indonesia yang menang.
🇮🇩 Kunci Sukses Indonesia di Sanya:
Keberhasilan Desak Made Rita/Kadek Adi (Putri) mengalahkan China di semifinal dengan selisih 0,004 detik (waktu kumulatif 13,174 vs 13,178) adalah bukti betapa pentingnya latihan pergantian (changeover) yang mulus, karena di speed relay, “waktu mati” saat pergantian sering menentukan kemenangan atau kekalahan.
Selanjutnya, para atlet Indonesia juga bertanding di nomor speed individu. Hasilnya akan sangat dinantikan untuk melihat apakah Indonesia bisa menyapu bersih medali emas dari cabang olahraga panjat tebing di Asian Beach Games 2026. 🧗♀️🥇🇮🇩
“Baca Juga : FFXIV Evercold Rilis Januari 2027, Kolab Evangelion & Job Baru“




Leave a Reply