200 Peserta Dilatih Jadi Penggerak Olahraga Disabilitas

200 Peserta Dilatih Jadi Penggerak Olahraga Disabilitas

statuemadebronze -Sebanyak 200 peserta dari 29 daerah di Indonesia kini sedang menjalani pelatihan intensif untuk menjadi penggerak olahraga disabilitas melalui program Training of Trainers penggerak olahraga disabilitas “Berdaya.” Program ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan National Paralympic Committee Indonesia .

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir secara resmi membuka program tersebut di Pemusatan Latihan Paralimpiade Indonesia, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu . Dalam sambutannya, Menpora menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu unggulan dari kementerian yang dipimpinnya dan lahir dari gagasan bersama NPC Indonesia .

Melalui program TOT ini, para peserta yang berasal dari 29 provinsi akan mendapatkan sertifikasi sebagai pelatih, pendamping, sekaligus penggerak olahraga disabilitas .

“Tidak mungkin ada pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal oleh figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet,” ujar Erick Thohir dalam keterangan resmi Kemenpora di Jakarta pada Senin .

Menurutnya, keberadaan sumber daya manusia yang memahami olahraga disabilitas menjadi faktor penting dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional . Ia juga menilai bahwa program ini dapat menjadi langkah awal untuk memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan prestasi .

Baca juga:Klasemen Ligue 1 Prancis: PSG Hampir Dipastikan Juara

Menpora Tekankan SDM Pelatih Kunci Pembinaan Atlet Disabilitas Berkelanjutan

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk melahirkan atlet-atlet disabilitas berprestasi dari daerah. Ia menyatakan, pembangunan atlet tidak akan berhasil tanpa dikawal oleh figur-figur yang benar-benar mengerti proses pembinaan.

“Tidak mungkin ada pembangunan atlet dari daerah tanpa dikawal oleh figur-figur yang mengerti bagaimana melahirkan atlet,” katanya di hadapan peserta Training of Trainers (TOT) “Berdaya” di Karanganyar, Minggu (10/5/2026).

Menurut Menpora, keberadaan SDM yang memahami karakteristik dan kebutuhan olahraga disabilitas menjadi faktor kunci dalam membangun sistem pembinaan jangka panjang, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Ia menambahkan, program TOT ini dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan prestasi secara holistik.

Program ini juga dipastikan akan terus didorong karena sejalan dengan visi-misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menaruh perhatian besar pada pengembangan olahraga penyandang disabilitas. Perhatian tersebut, kata Menpora, tidak hanya saat atlet sedang berprestasi, tetapi juga hingga masa pensiun mereka.

“Jangan sampai atlet-atlet ini hanya diingat ketika sedang berjaya, tetapi kalau sudah selesai hanya ucapan terima kasih saja yang diberikan. Ini yang tidak boleh terjadi. Kita harus peduli dari awal hingga akhir karier mereka, bahkan setelah mereka selesai bertanding,” tegas Erick Thohir.

Ketua NPC Sebut Program TOT “Berdaya” Langkah Fundamental Perkuat Olahraga Disabilitas

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap program Training of Trainers (TOT) Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurut Senny, program ini merupakan langkah luar biasa karena untuk pertama kalinya hadir sebagai upaya memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara menyeluruh dan terstruktur.

“Bisa dilihat dan dirasakan sendiri, ada fundamental yang dikerjakan Pak Menpora Erick Thohir di dunia olahraga, khususnya bagi atlet disabilitas. Ini bukan sekadar seremonial, tapi fondasi nyata untuk masa depan,” ujar Senny Marbun di sela-sela acara pembukaan TOT di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026).

Senny menyatakan optimismenya bahwa program ini dapat bersinergi secara berkelanjutan dengan berbagai program NPC Indonesia yang sudah berjalan. Dengan adanya pelatih-pelatih tersertifikasi yang tersebar di 29 provinsi, ia berharap pembinaan atlet disabilitas dapat berjalan lebih sistemik, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga merata ke seluruh daerah.

“Program ini tidak boleh berhenti di sini. Harus terus berlanjut sehingga pembinaan atlet disabilitas di Indonesia bisa benar-benar maksimal dan mampu melahirkan prestasi-prestasi gemilang di kancah internasional, baik di Asian Para Games maupun Paralimpiade,” tegas Senny.

Dengan adanya kolaborasi yang solid antara Kemenpora dan NPC Indonesia, diharapkan ekosistem olahraga disabilitas di Tanah Air akan semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global. 

Baca juga:Usyk Tingkatkan Intensitas Latihan Jelang Lawan Rico Verhoeven

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *