IDAI Ingatkan Penyakit Gaya Hidup Baru pada Anak Meningkat

IDAI Soroti Peningkatan Penyakit Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat pada Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat mengenai meningkatnya kasus penyakit akibat pola hidup tidak sehat atau new lifestyle diseases pada anak. Tren tersebut terlihat dari bertambahnya kasus obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 yang kini mulai muncul pada kelompok usia yang lebih muda.

Baca Juga “Vera Wang Pakai Bra Kerucut Hitam Jelang Ultah ke-77

Perubahan pola hidup anak menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan penyakit tidak menular. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, disertai kurangnya aktivitas fisik sehari-hari, membuat anak lebih rentan mengalami gangguan metabolik yang sebelumnya banyak ditemukan pada orang dewasa.

Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), menjelaskan bahwa perubahan pola makan dan pola gerak anak menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga kesehatan generasi mendatang.

“Terjadi tren peningkatan obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 pada usia yang semakin muda. Ini terkait pola makan dan pola gerak,” ujar Piprim saat acara puncak Hari Ulang Tahun ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.

Menurut Piprim, tantangan kesehatan anak di Indonesia saat ini semakin kompleks. Jika sebelumnya penyakit infeksi menjadi masalah utama, kini gangguan kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Obesitas, Penggunaan Gawai, dan Kurangnya Aktivitas Fisik Jadi Faktor Risiko

IDAI menilai kebiasaan anak yang semakin jarang melakukan aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko obesitas dan penyakit metabolik. Aktivitas bermain di luar ruangan yang berkurang serta meningkatnya waktu duduk saat menggunakan perangkat digital turut memengaruhi kesehatan anak.

Penggunaan gawai secara berlebihan sejak usia dini tidak hanya berdampak pada berkurangnya aktivitas tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Paparan layar yang tidak sesuai usia berisiko menyebabkan keterlambatan bicara (speech delay) dan berbagai gangguan perkembangan lainnya.

Selain menghadapi peningkatan penyakit metabolik, Indonesia juga masih berupaya mengatasi persoalan stunting yang penurunannya belum mencapai target yang diharapkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan anak dapat terjadi dalam dua sisi berbeda, yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi.

“Kita masih menghadapi stunting yang penurunannya belum sesuai target. Lalu ada masalah obesitas dan penyakit metabolik akibat gaya hidup tidak sehat,” kata Piprim.

Pentingnya Pola Hidup Sehat Sejak Dini untuk Mencegah Penyakit Anak

Para ahli kesehatan anak menilai pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan meningkatnya kasus new lifestyle diseases. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan sehat melalui pola makan yang seimbang dan rutinitas aktivitas fisik yang cukup.

IDAI mengimbau keluarga untuk membatasi konsumsi makanan olahan tinggi kalori, memperbanyak asupan buah dan sayur, serta memastikan anak memiliki waktu bermain aktif setiap hari. Penggunaan gawai juga perlu diatur sesuai usia agar tidak mengganggu kesehatan fisik maupun perkembangan anak.

Penerapan gaya hidup sehat sejak usia dini tidak hanya membantu mencegah obesitas dan diabetes, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kebiasaan baik yang dibangun sejak kecil dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang hingga anak memasuki usia dewasa.

Dengan meningkatnya tren penyakit akibat gaya hidup pada anak, IDAI menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat. Upaya pencegahan yang dilakukan sejak dini diharapkan dapat menekan risiko penyakit tidak menular dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi Indonesia di masa depan.

Baca Juga “Kemenpar perkuat penerapan Gerakan Wisata Bersih di seluruh destinasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *