4 Minuman Malam Hari yang Bantu Menjaga Gula Darah

Empat Minuman Malam Hari yang Ramah Gula Darah dan Bisa Membantu Menjaga Kadar Glukosa Tetap Stabil

Menjaga kadar gula darah tetap stabil tidak hanya bergantung pada makanan yang dikonsumsi sepanjang hari, tetapi juga pilihan minuman pada malam hari. Beberapa jenis minuman tertentu diketahui memiliki kandungan yang dapat mendukung pengelolaan gula darah, terutama ketika dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis berlebih.

Para ahli gizi mengingatkan bahwa minuman manis seperti soda, teh dengan tambahan gula, jus kemasan, dan kopi yang diberi banyak pemanis dapat menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat. Hal tersebut terjadi karena minuman tersebut umumnya rendah serat, protein, dan lemak yang dapat memperlambat proses penyerapan gula dalam tubuh.

Baca Juga “Pemprov Gorontalo Siapkan Layanan Kesehatan Dukung Kelancaran PENAS XVII

Ahli gizi Paloma Vega, M.S., RDN, menjelaskan bahwa minuman dengan kandungan gula tinggi lebih mudah diserap tubuh sehingga dapat memicu lonjakan kadar glukosa darah dalam waktu singkat. Oleh karena itu, memilih minuman yang tepat sebelum tidur menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengelolaan gula darah.

Teh Herbal dan Minuman Bernutrisi Bisa Menjadi Pilihan Sebelum Tidur

Salah satu minuman yang banyak direkomendasikan adalah teh kamomil. Teh herbal yang berasal dari bunga kamomil ini dikenal mampu memberikan efek menenangkan sehingga sering dikonsumsi untuk membantu tubuh lebih rileks menjelang tidur.

Menurut Vega, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa teh kamomil berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah puasa dan hemoglobin A1C, yaitu indikator yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah selama beberapa bulan terakhir. Namun, manfaat tersebut dapat berkurang apabila teh diberi tambahan madu, gula, atau pemanis lainnya.

Pilihan berikutnya adalah teh hijau tanpa kafein. Minuman ini kaya akan flavonoid dan polifenol, yaitu senyawa antioksidan yang telah banyak diteliti karena berperan dalam mengurangi stres oksidatif dan peradangan yang berkaitan dengan gangguan metabolisme, termasuk diabetes.

Ahli gizi Lisa Stollman, M.A., RDN, menyampaikan bahwa flavonoid dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat peradangan dan stres oksidatif. Sementara itu, Vega menambahkan bahwa polifenol dalam teh hijau berpotensi membantu tubuh merespons insulin dengan lebih efektif sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.

Untuk memperoleh manfaat optimal, teh hijau sebaiknya diminum tanpa tambahan gula. Sebagai alternatif untuk memperkaya rasa, seseorang dapat menambahkan bahan alami seperti daun mint, jahe segar, irisan lemon, atau beberapa buah blueberry.

Susu Emas dengan Kunyit Membantu Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama

Selain teh, susu emas atau golden milk juga dapat menjadi pilihan minuman malam yang lebih mengenyangkan. Minuman ini dibuat dengan mencampurkan susu tanpa pemanis dengan kunyit dan beberapa rempah seperti jahe, kayu manis, serta lada hitam.

Ahli gizi Val Warner, M.S., RD, CSSD, CPT, menyarankan untuk membuat susu emas sendiri di rumah agar jumlah gula yang dikonsumsi dapat dikontrol. Produk susu emas siap minum yang dijual di pasaran terkadang mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.

Kunyit dikenal memiliki sifat antiinflamasi, sementara kandungan protein dan lemak dari susu dapat membantu memperlambat proses pencernaan serta menjaga kestabilan gula darah selama tidur.

Bagi yang ingin mendapatkan asupan protein lebih tinggi, susu sapi, susu kedelai tanpa pemanis, atau susu berbahan protein kacang polong dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan beberapa jenis alternatif susu lain yang memiliki kandungan protein lebih rendah.

Minuman Protein Rendah Gula Dapat Mendukung Gula Darah dan Pemulihan Otot

Minuman protein juga termasuk pilihan yang direkomendasikan, terutama bagi individu yang sering mengalami rasa lapar sebelum tidur, memiliki risiko penurunan gula darah pada malam hari, atau menjalani aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi.

Menurut Warner, konsumsi protein sebelum tidur dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah sepanjang malam sekaligus mendukung proses perbaikan dan pemulihan jaringan otot ketika tubuh beristirahat.

Meski demikian, pemilihan produk minuman protein perlu dilakukan dengan cermat. Sebagian produk siap konsumsi mengandung gula tambahan dan karbohidrat dalam jumlah tinggi yang justru dapat memicu kenaikan kadar gula darah.

Para ahli menyarankan memilih minuman protein yang mengandung setidaknya 20 gram protein dan memiliki tambahan gula kurang dari lima gram per sajian. Semakin rendah kandungan gula tambahan, semakin baik, terutama ketika dikonsumsi pada malam hari saat aktivitas tubuh menurun.

Pola Konsumsi Seimbang Tetap Menjadi Kunci Mengontrol Gula Darah

Meski beberapa minuman dapat membantu mendukung pengelolaan gula darah, tidak ada satu jenis minuman yang dapat menjadi solusi utama untuk mencegah atau mengatasi diabetes. Pengaturan gula darah tetap membutuhkan pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres yang baik.

Memilih minuman rendah gula pada malam hari merupakan salah satu langkah kecil yang dapat mendukung kesehatan metabolik. Teh kamomil, teh hijau tanpa kafein, susu emas, dan minuman protein rendah gula dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan minuman manis yang berisiko meningkatkan kadar glukosa darah.

Bagi penderita diabetes atau seseorang yang memiliki gangguan pengaturan gula darah, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap diperlukan agar pilihan makanan dan minuman sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Baca Juga “Dokter: Sekolah berperan cegah penyebaran penyakit pada siswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *