Statue Made Bronze Rommy Bantah Mardiono Terpilih Aklamasi Ketum PPP Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy membantah klaim Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono yang menyatakan dirinya terpilih sebagai ketua umum melalui aklamasi. Rommy menegaskan pernyataan tersebut tidak sesuai fakta dan berpotensi menyesatkan publik serta kader PPP.
Rommy menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait kepemimpinan PPP. Ia menilai klaim sepihak tentang terpilihnya Mardiono secara aklamasi justru memperkeruh situasi internal partai. Menurutnya, mekanisme dan prosedur pemilihan harus dihormati agar tidak menimbulkan perpecahan di tubuh partai.
“Tidak betul Mardiono terpilih, apalagi secara aklamasi,” tegas Rommy di Jakarta, Minggu (28/9/2025). Ia menambahkan bahwa berita yang beredar pada Sabtu malam menyebutkan Mardiono terpilih secara aklamasi merupakan informasi palsu. “Itu klaim sepihak, tidak bertanggung jawab, dan upaya memecah belah PPP,” lanjutnya.
Rommy juga mengungkapkan bahwa dalam Muktamar ke-10 PPP, Mardiono justru menghadapi penolakan keras. Banyak peserta muktamar meneriakkan kegagalan kepemimpinannya dan meminta Mardiono mundur. “Tidak masuk akal bila penolakan sebesar itu berakhir dengan aklamasi,” kata Rommy.
Sementara itu, Mardiono sebelumnya menyatakan bahwa dirinya terpilih aklamasi untuk periode 2025–2030. Ia berdalih langkah tersebut diambil guna menyelamatkan jalannya muktamar yang dinilai sudah berada dalam kondisi darurat. Mardiono mengklaim 80 persen peserta setuju dengan keputusan tersebut.
Perselisihan klaim ini menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan dalam internal PPP. Ke depan, partai berlambang Ka’bah ini perlu memastikan proses demokratis berjalan sesuai aturan agar soliditas kader tidak semakin terpecah.
Rommy Bantah Mardiono Terpilih Aklamasi Ketum PPP Kericuhan Warnai Muktamar X PPP, Beberapa Kader Terluka
Muktamar ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025), berlangsung ricuh. Sejumlah kader terlibat baku hantam hingga mengalami luka dan harus dirawat di rumah sakit.
Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyampaikan, beberapa kader mengalami cedera di kepala, bibir, dan bagian tubuh lain. “Ini akan kita lanjutkan dengan proses hukum,” ujar Mardiono, menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus kericuhan tersebut.
Mardiono menyayangkan insiden itu. Ia menilai gangguan sudah terlihat sejak awal muktamar dan menduga adanya kelompok yang membawa agenda tertentu. Pihak panitia pun menyiapkan rekaman CCTV sebagai bukti untuk kepolisian mengusut peristiwa tersebut.
Pemilihan ketua umum dalam muktamar ini dilakukan lebih cepat karena sidang mulai memanas. Mardiono, yang sebelumnya menjabat pelaksana tugas ketua umum, akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PPP periode 2025–2030. Langkah percepatan ini merujuk pada Pasal 11 AD/ART PPP untuk menyelamatkan forum dari keributan berkepanjangan.
Muktamar X PPP dijadwalkan berlangsung hingga Senin (29/9/2025). Presiden Prabowo Subianto telah diundang untuk menutup acara, namun panitia masih menunggu konfirmasi kehadirannya.
Kericuhan ini menyoroti pentingnya pengelolaan muktamar secara tertib dan transparan. Partai PPP perlu memastikan prosedur internal dijalankan dengan baik agar perbedaan pendapat tidak memicu kekerasan dan menjaga soliditas kader ke depan.




Leave a Reply