Komite Eksekutif Otsus Jadi Penggerak Baru Papua

Komite Eksekutif Otsus Jadi Penggerak Baru Papua

Statue Made Bronze – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menilai Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua akan menjadi motor baru pembangunan Tanah Papua. Komite ini dibentuk untuk memastikan program pembangunan berjalan sinkron dan efektif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ribka menjelaskan, komite memiliki tugas ganda. Selain perannya sebagai Wamendagri, Ribka juga mengoordinasikan percepatan pembangunan di enam provinsi Papua. Semua program yang bersumber dari APBN wajib dikoordinasikan antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, lalu dilaporkan langsung kepada komite.

“Komite Eksekutif menjadi motor utama koordinasi lintas kementerian dan lembaga dengan pemerintah daerah. Semua program APBN untuk Papua wajib dikoordinasikan agar berjalan efektif dan sesuai RPJMN,” ujar Ribka. Ia menambahkan, penting bagi kebijakan yang dijalankan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Papua.

Fernando Emas, Direktur Rumah Politik Indonesia, menilai penunjukan Ribka Haluk tepat. Kehadiran putra-putri Papua dalam formasi komite dianggap mampu mempercepat pemahaman masalah lokal dan pelaksanaan program pembangunan. “Dengan optimalisasi dana otonomi khusus dan koordinasi yang kuat, pembangunan Papua bisa lebih terarah, berkeadilan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Fernando.

Presiden Prabowo Subianto melantik ketua dan sembilan anggota Komite Eksekutif Otsus Papua di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2025. Velix Vernando Wanggai ditunjuk sebagai ketua, sementara anggota lainnya antara lain Ribka Haluk, John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, dan Paulus Waterpauw.

Dengan pelantikan ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat pembangunan Papua. Langkah ini diharapkan mendukung visi Indonesia Emas 2045, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan program pembangunan berpihak pada rakyat Papua.

Komite Eksekutif Otsus Jadi Penggerak Baru Papua Percepatan Pembangunan di Bawah Prabowo

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menilai pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua menjadi langkah strategis mempercepat pembangunan Tanah Papua. Komite ini beroperasi langsung di bawah koordinasi Presiden Prabowo Subianto.

Ribka menjelaskan, komite memiliki tugas ganda, yaitu mengoordinasikan pembangunan di enam provinsi Papua antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Semua program APBN untuk Papua wajib dilaporkan kepada komite agar implementasinya sinkron dan efektif.

“Komite Eksekutif Otsus menjadi motor utama koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Setiap kebijakan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Papua,” ujar Ribka di Jakarta, Sabtu. Ribka menambahkan bahwa seluruh program pembangunan akan selaras dengan Astacita Presiden dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai, penunjukan Ribka Haluk sebagai anggota komite tepat. Formasi yang melibatkan putra-putri Papua dinilai mempermudah pemahaman masalah lokal dan pelaksanaan program pembangunan.

“Optimalisasi dana otonomi khusus dan koordinasi kuat di bawah kepemimpinan Ribka Haluk akan membuat pembangunan Papua lebih terarah, berkeadilan, dan berdampak langsung,” kata Fernando.

Presiden Prabowo Subianto melantik ketua dan sembilan anggota Komite Eksekutif Otsus Papua di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 110/P Tahun 2025. Ketua komite dijabat Velix Vernando Wanggai.

Susunan anggota komite lainnya antara lain John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, Paulus Waterpauw, Ribka Haluk, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Yanni, John Gluba Gebze, dan Juharson Estrella Sihasale.

Pembentukan komite ini diharapkan mempercepat koordinasi program pembangunan, memastikan penggunaan APBN lebih efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat Papua. Ke depan, komite diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *