Statue Made Bronze Filipina Undang Putin ke KTT ASEAN, Saingi Malaysia Manila, Beritasatu.com — Filipina memastikan akan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026. Undangan ini disampaikan seiring posisi Filipina sebagai ketua ASEAN tahun depan.
Duta Besar Filipina untuk Rusia, Igor G Bailen, menegaskan bahwa undangan tersebut merupakan bagian dari protokol resmi. Ia menambahkan Manila akan menyambut baik kehadiran Putin dalam forum regional tersebut. “Tahun depan, Filipina akan menjadi ketua ASEAN. Sesuai protokol, tentu saja kami akan mengundang kembali Presiden Rusia,” kata Bailen kepada kantor berita RIA Novosti.
KTT ASEAN 2026 diyakini akan menjadi momentum penting bagi hubungan bilateral Rusia dan Filipina. Tahun tersebut sekaligus menandai 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara. Kehadiran Putin di Manila dipandang strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, hingga politik internasional.
Sementara itu, Malaysia yang menjadi ketua ASEAN tahun ini tetap mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke KTT ASEAN ke-47. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur pada 26–28 Oktober 2025. Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, menegaskan undangan kepada Trump tidak akan dibatalkan. Menurutnya, kehadiran Trump memberi peluang bagi negara ASEAN menyampaikan langsung sikap mereka, termasuk terkait isu Palestina.
Kehadiran dua pemimpin besar dunia, Trump dan Putin, di forum ASEAN diprediksi memberi dinamika tersendiri. ASEAN berpotensi menjadi ruang strategis dalam menyeimbangkan hubungan kawasan dengan kekuatan global. Filipina melihat kesempatan ini sebagai langkah memperkuat diplomasi sekaligus meningkatkan peran ASEAN di panggung internasional.
Filipina Undang Putin ke KTT ASEAN 2026, Momentum 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Filipina akan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026. Undangan ini disampaikan Duta Besar Filipina untuk Rusia, Igor G. Bailen, kepada kantor berita RIA Novosti.
Tahun depan, Filipina resmi menjadi ketua ASEAN. Bailen menegaskan, sesuai protokol, Presiden Rusia akan diundang kembali ke sidang ASEAN. Manila menyambut baik kehadiran Putin, yang diyakini akan memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.
Kunjungan Putin bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Rusia–Filipina. Momentum ini diharapkan meningkatkan kerja sama dalam perdagangan, investasi, dan politik internasional. “Kehadiran Presiden Putin akan menjadi simbol komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan strategis,” ujar Bailen.
Sementara itu, Malaysia, yang tahun ini memimpin ASEAN, menegaskan tetap mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke KTT Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, 26–28 Oktober 2025. Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, menekankan bahwa kehadiran Trump penting bagi negara-negara Asia Tenggara.
Menurut Fahmi, kehadiran pemimpin dunia menjadi kesempatan bagi ASEAN untuk menyampaikan posisi resmi, termasuk isu Palestina, secara langsung dan diplomatis. Malaysia memastikan agenda diplomasi tetap terbuka untuk seluruh negara anggota dan mitra strategis.
Dengan undangan ini, Filipina berharap KTT ASEAN 2026 dapat menjadi forum penting memperkuat kerja sama regional. Langkah ini juga menandai komitmen Asia Tenggara dalam menjaga hubungan strategis dengan kekuatan global secara seimbang.




Leave a Reply