Statue Made Bronze Dino Patti Djalal Puji Pidato Prabowo di Sidang PBB Mantan Wakil Menteri Luar Negeri dan diplomat senior, Dino Patti Djalal, memberikan apresiasi tinggi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB. Dino menilai pidato ini istimewa dan layak dikenang, bahkan memberi dua jempol untuk Prabowo.
Menurut Dino, kehadiran fisik Presiden Prabowo di forum internasional menegaskan kembalinya Indonesia dalam diplomasi multilateral. Selama 11 tahun terakhir, sejak Presiden Joko Widodo jarang hadir secara langsung di Sidang Umum PBB, muncul persepsi bahwa Indonesia menjauh dari forum global. “Pidato hari ini menghapus persepsi itu,” ujar Dino dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya @dinopattidjalal, Kamis (25/9/2025).
Dino menyoroti pesan utama pidato Prabowo yang menekankan internasionalisme, persatuan umat manusia, dan perdamaian dunia. Menurutnya, sikap kenegarawanan ini berbeda dengan pidato Presiden AS Donald Trump yang fokus pada kepentingan nasional. Pidato Prabowo juga menekankan dukungan Indonesia terhadap PBB, komitmen mengatasi krisis iklim, target net zero emissions 2060, dan pengembangan energi terbarukan.
Isu Palestina-Israel juga mendapat perhatian. Dino menilai usulan solusi dua negara yang disampaikan Prabowo sesuai dengan sikap mayoritas dunia dan negara-negara Arab. Prabowo menegaskan bahwa jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina, Indonesia akan memberikan pengakuan diplomatik kepada Israel.
Selain itu, pidato tersebut menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama dan persatuan bangsa dalam menghadapi tantangan global. Dino menyebut pidato Prabowo sebagai salah satu yang spesial dalam sejarah diplomasi Indonesia. “Ini pidato yang akan dikenang dan dipelajari mahasiswa hubungan internasional maupun akademisi. Dua jempol untuk Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Dino Patti Djalal Puji Pidato Prabowo di Sidang PBB
Presiden Prabowo Subianto menutup kunjungan kerja ke Kanada setelah menggelar sejumlah pertemuan dan kerja sama penting dengan para pemimpin Kanada. Dari Bandara Internasional Ottawa Macdonald-Cartier, Prabowo beserta rombongan bertolak ke Belanda pada Rabu (24/9/2025) pukul 21.00 waktu setempat.
Presiden dilepas oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton, Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab, serta Atase Pertahanan KBRI Ottawa Marsma TNI Edwardus Wisoko Aribowo. Selama kunker, Prabowo menggelar dua pertemuan utama yang menandai babak baru penguatan hubungan bilateral Indonesia-Kanada.
Pertemuan pertama berlangsung dengan Gubernur Jenderal Kanada Mary Simon di Rideau Hall, yang menunjukkan penghormatan tinggi Kanada terhadap Indonesia. Agenda dilanjutkan dengan pertemuan tete a tete bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney di West Block, Parliament Hill. Carney menyatakan, “Merupakan suatu kebahagiaan menyambut Presiden Prabowo dan delegasinya hari ini.”
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas prioritas kerja sama, termasuk isu Palestina, ASEAN, dan kawasan Indo-Pasifik. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kanada sebagai mitra pembangunan, sementara PM Carney menegaskan Indonesia sebagai mitra strategis Kanada di Asia Tenggara.
Kunjungan ini juga menghasilkan capaian konkret berupa penandatanganan beberapa nota kesepahaman strategis. Di antaranya Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), kerja sama bidang pertahanan, keamanan, dan bisnis.
Melalui kunjungan ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan dengan Kanada secara menyeluruh. Langkah ini diharapkan mendorong kerja sama bilateral yang lebih produktif dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan stabilitas kawasan.




Leave a Reply