Dewan Kerja Sama Teluk Kecam Serangan Rudal Houthi

•

GCC Kecam Serangan Rudal dan Drone Houthi ke Arab Saudi

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi, termasuk Riyadh dan Khamis Mushait. GCC menilai serangan tersebut mengancam kedaulatan Arab Saudi serta keselamatan warga sipil.

GCC Sebut Serangan Houthi Mengancam Stabilitas Kawasan

Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi mengatakan serangan tersebut merupakan eskalasi berbahaya di kawasan. Ia menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi dan ancaman langsung bagi keamanan masyarakat.

Albudaiwi menegaskan dukungan GCC terhadap Arab Saudi dalam menghadapi serangan tersebut. Menurut dia, Arab Saudi memiliki hak untuk mengambil langkah yang diperlukan demi menjaga keamanan dan integritas wilayahnya.

baca juga: Israel Hadapi Krisis Air Akibat Ulah Sendiri

Pernyataan GCC muncul setelah koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melaporkan keberhasilan mencegat sejumlah proyektil yang mengarah ke wilayah kerajaan. Koalisi menyatakan telah menggagalkan dua rudal balistik dan dua drone yang diluncurkan Houthi.

GCC Minta Masyarakat Internasional Bertindak

Albudaiwi juga meminta masyarakat internasional mengambil tindakan tegas terhadap kelompok Houthi. Ia menyerukan pertanggungjawaban atas serangan yang dinilai berpotensi memperburuk ketegangan dan mengganggu stabilitas kawasan.

Dukungan GCC tersebut menunjukkan perhatian negara-negara Teluk terhadap meningkatnya ancaman serangan lintas batas. Arab Saudi sebelumnya juga menghadapi serangkaian serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan Houthi.

Konflik Yaman Kembali Memanas Sejak Juli

Situasi keamanan tersebut berlangsung ketika pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi kembali meningkat sejak awal Juli. Intensitas bentrokan mengakhiri periode relatif tenang yang berlangsung selama beberapa tahun.

Periode tersebut berkaitan dengan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mulai berlaku pada April 2022. Meskipun gencatan senjata formal telah berakhir pada Oktober 2022, tingkat kekerasan secara umum sempat menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Kembali meningkatnya pertempuran di Yaman berpotensi menambah tekanan terhadap keamanan regional. Serangan rudal dan drone lintas batas juga dapat memperluas dampak konflik Yaman ke negara-negara di kawasan Teluk.

GCC Dorong Pencegahan Eskalasi Lebih Lanjut

GCC menempatkan serangan tersebut dalam konteks ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan. Seruan kepada masyarakat internasional menjadi bagian dari upaya mendorong respons terhadap serangan sekaligus mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada dinamika pertempuran di Yaman serta langkah para pihak dalam menghadapi serangan lintas batas. Situasi ini juga menjadi perhatian karena keamanan jalur dan wilayah strategis di kawasan Teluk berkaitan erat dengan stabilitas regional.

baca juga: Guterres dan Pezeshkian bahas diplomasi dan Selat Hormuz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *