Pertamina Imbau Masyarakat Tak Panic Buying BBM Jelang Libur

Pertamina Imbau Masyarakat Tak Panic Buying BBM Jelang Libur

statuemadebronze – PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying menjelang arus mudik Lebaran 2026. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan imbauan tersebut di Rest Area Km 57, Cikampek, Jawa Barat, pada Senin (16/3/2026). Ia menegaskan bahwa perseroan telah melakukan persiapan pasokan BBM jauh hari sebelumnya, sehingga stok dalam kondisi aman dan mencukupi .

“Terkait panic buying ini, kita minta kepada masyarakat agar tidak panic buying. Kalau panic buying ini nanti malah menimbulkan efek yang kurang baik,” ujar Mars Ega . Pernyataan ini merespons fenomena antrean di sejumlah SPBU, terutama di Kalimantan Barat, yang dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap pasokan energi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah . Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menambahkan bahwa antrean terjadi akibat pembelian panik, bukan karena kelangkaan pasokan .

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok BBM nasional berada jauh di atas batas aman. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa Pertalite memiliki stok untuk 24 hari, melebihi batas minimum 18,2 hari, sementara Pertamax tercatat 27,4 hari, di atas batas 19,9 hari. Adapun stok Pertamina Dex bahkan mencapai 46,9 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari . “Dengan kondisi ini, kami rasa sampai dengan akhir puncak mudik dan balik insya Allah aman dari sisi ketersediaan BBM,” ucap Yuliot .

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa stok BBM selalu tersedia di seluruh tanah air, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan panik . Ia menjelaskan bahwa pasokan BBM bersifat dinamis, dengan distribusi berlangsung setiap hari sementara pasokan baru terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun impor . Yang terpenting, Bahlil menjamin bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik hingga Lebaran 2026, sebagai bentuk perlindungan negara terhadap daya beli masyarakat .

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pertamina Patra Niaga membuka peluang kerja sama impor baru dari Australia untuk memperkuat ketahanan stok di atas 21 hingga 23 hari . Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa selain impor, pemerintah daerah juga memiliki otoritas untuk mengatur konsumsi BBM di wilayahnya agar distribusi merata. “Kondisi saat ini harus dikampanyekan gerakan hemat BBM. Masyarakat menggunakan BBM secukupnya, sesuai kebutuhan, karena dinamika saat ini harga crude mulai beranjak naik,” jelasnya .

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga juga mengungkapkan bahwa aparat penegak hukum telah melakukan penindakan terhadap para spekulan, pengerit, dan penimbun BBM yang memanfaatkan situasi . Hal ini penting untuk mencegah praktik-praktik yang justru menciptakan kelangkaan semu di lapangan. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) turut mengingatkan bahwa kepanikan justru berpotensi mengganggu stabilitas pasokan dan menciptakan antrean tidak perlu .

Pemerintah bersama Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan energi dari Sabang hingga Merauke selama periode mudik Lebaran. Dengan stok yang melimpah, distribusi yang terjaga, dan komitmen harga subsidi yang stabil, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan panic buying. Layanan energi dipastikan aman, sehingga pemudik dapat fokus menikmati perjalanan pulang kampung tanpa kekhawatiran berlebihan.

“Baca Juga : Posko Kesehatan PLBM Skouw Beroperasi untuk Mudik Lebaran”

Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman: Tidak Bergantung Timur Tengah, Impor dari Malaysia-Singapura Siap

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Produksi dan distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan pemerintah . Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran publik di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mengguncang pasar energi global.

Menurut Bahlil, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari ada BBM yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada saat yang sama, pasokan baru juga terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor . Sifat dinamis ini memastikan bahwa ketersediaan BBM tetap terjaga meskipun konsumsi meningkat tajam, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

Menteri Bahlil menambahkan bahwa pasokan BBM tidak hanya bergantung pada satu sumber. Selain dipasok dari produksi kilang dalam negeri, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara. Hal ini menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan rawan konflik. “Pasokan tersebut juga diambil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga situasinya aman dan tidak terkait langsung dengan kondisi di Selat Hormuz,” ujar Bahlil .

Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait potensi gangguan pasokan akibat memanasnya situasi di Timur Tengah. Selat Hormuz, yang mengalirkan 20 persen perdagangan minyak global, memang menjadi titik nadir kekhawatiran dunia. Namun, dengan diversifikasi sumber impor, Indonesia dipastikan tidak akan terdampak langsung jika terjadi gangguan di jalur strategis tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun sebelumnya mengungkapkan bahwa perseroan membuka peluang kerja sama impor baru dari Australia untuk memperkuat ketahanan stok. Targetnya, stok BBM nasional dapat dijaga di atas 21 hingga 23 hari ke depan . Langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memaparkan data stok terkini yang menunjukkan posisi aman. Stok Pertalite tercatat cukup untuk 24 hari, melampaui batas minimum 18,2 hari. Stok Pertamax mencapai 27,4 hari, di atas batas minimum 19,9 hari. Adapun stok Pertamina Dex bahkan mencapai 46,9 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari . “Dengan kondisi ini, kami rasa sampai dengan akhir puncak mudik dan balik insya Allah aman dari sisi ketersediaan BBM,” ucap Yuliot .

Pemerintah juga memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi hingga Lebaran 2026. Kebijakan ini merupakan bentuk perlindungan negara terhadap daya beli masyarakat di tengah tekanan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel . Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena stok aman dan distribusi terus berjalan.

Dengan diversifikasi sumber impor dan produksi kilang dalam negeri yang terus ditingkatkan, Indonesia menunjukkan kesiapan menghadapi gejolak energi global. Masyarakat dapat fokus mempersiapkan perjalanan mudik tanpa kekhawatiran berlebihan terkait ketersediaan BBM.

“Baca Juga : Gibran Ajak Anak Panti Belanja di Blok M Plaza Jelang Lebaran”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *