Bulog Sulselbar Bangun 11 Gudang Baru Perkuat Cadangan Pangan 2026
Kapasitas Gudang Bulog Sulselbar Terbatas di Tengah Tingginya Stok Beras
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyiapkan pembangunan 11 gudang baru pada akhir 2026 untuk memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan masyarakat. Langkah ini dilakukan karena fasilitas pergudangan yang tersedia saat ini belum mampu menampung seluruh stok beras yang dikelola.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar Fahrurozi mengatakan pembangunan gudang baru menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya jumlah cadangan beras yang harus disimpan. Saat ini, stok beras Bulog Sulselbar mencapai sekitar 855.000 ton.
Namun, kapasitas gudang milik Bulog Sulselbar masih terbatas. Dari total stok tersebut, gudang internal Bulog hanya mampu menampung sekitar 364.000 ton yang tersebar dalam 52 kompleks gudang atau sebanyak 204 unit bangunan penyimpanan.
“Kondisi ini menunjukkan lebih dari separuh stok beras yang kami kelola harus disimpan di luar gudang milik Bulog, seperti gudang sewa swasta atau gudang mitra penggilingan,” ujar Fahrurozi di Makassar.
Pembangunan 11 Gudang Tambah Kapasitas Penyimpanan Hingga 40 Ribu Ton
Bulog Sulselbar berencana mulai membangun 11 unit gudang penyimpanan beras sekitar November 2026. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan selama enam hingga tujuh bulan sehingga ditargetkan selesai pada Mei atau Juni 2027.
Pembangunan gudang baru ini merupakan bagian dari program strategis Perum Bulog pusat yang menargetkan pembangunan 100 titik gudang pangan di berbagai wilayah Indonesia.
baca juga: Minyak Dunia Tembus US$ 100, Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Sebanyak 11 gudang baru di wilayah Sulselbar akan tersebar di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Pinrang, Bone, Palopo, Bulukumba, Selayar, hingga Mamasa di Sulawesi Barat.
Setiap gudang diproyeksikan memiliki kapasitas penyimpanan rata-rata 3.500 ton beras. Dengan tambahan 11 fasilitas tersebut, Bulog Sulselbar memperkirakan kapasitas penyimpanan akan meningkat sekitar 38.000 hingga 40.000 ton.
Delapan Gudang Dibangun di Lahan Bulog, Tiga Gunakan Hibah Pemda
Fahrurozi menjelaskan sebagian besar lokasi pembangunan gudang baru berada di atas aset milik Perum Bulog. Dari 11 titik yang direncanakan, sebanyak delapan lokasi menggunakan lahan milik perusahaan.
Sementara itu, tiga lokasi lainnya memanfaatkan lahan hibah dari pemerintah daerah. Lokasi tersebut berada di Kabupaten Bone dan Selayar di Sulawesi Selatan serta Kabupaten Mamasa di Sulawesi Barat.
Saat ini, proyek pembangunan masih memasuki tahap persiapan teknis. Bulog Sulselbar bersama konsultan perencana tengah menyusun rancangan teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Selain itu, proses administrasi terkait sertifikasi tanah juga terus berjalan untuk memastikan pembangunan dapat berlangsung sesuai target yang telah ditetapkan.
Bulog Perkuat Kerja Sama dengan Mitra Penggilingan Padi
Sebelum gudang baru selesai dibangun, Bulog Sulselbar terus mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan ruang penyimpanan. Salah satunya melalui kerja sama dengan pemilik penggilingan padi swasta dan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi).
Kolaborasi tersebut terutama diperkuat di wilayah sentra produksi beras, seperti Kabupaten Sidrap dan Pinrang. Daerah tersebut menjadi salah satu kawasan penting dalam mendukung pasokan beras di wilayah Sulselbar.
Fahrurozi sebelumnya menyebut Bulog Sulselbar harus mengalokasikan anggaran sekitar Rp48 miliar pada 2025 untuk menyewa gudang tambahan di berbagai daerah. Biaya tersebut digunakan untuk menjaga ketersediaan ruang penyimpanan selama kapasitas gudang internal belum mencukupi.
Pembangunan Gudang Dukung Ketahanan Pangan Sulselbar
Penambahan fasilitas pergudangan diharapkan dapat memperkuat sistem cadangan pangan Bulog Sulselbar dalam jangka panjang. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, distribusi beras kepada masyarakat dapat berjalan lebih stabil.
Ketersediaan gudang juga menjadi faktor penting dalam menjaga stok pangan saat menghadapi perubahan musim, peningkatan kebutuhan masyarakat, maupun potensi gangguan distribusi.
Melalui pembangunan 11 gudang baru tersebut, Bulog Sulselbar menargetkan pengelolaan cadangan beras menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gudang sewa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan regional dan nasional.
baca juga: Mentan: Pembangunan infrastruktur pascapanen perkuat pangan nasional




Leave a Reply