Prabowo Dipuji Atas Pidato Perdamaian Palestina-Israel di PBB

Prabowo Dipuji Atas Pidato Perdamaian Palestina-Israel di PBB

Statue Made Bronze Prabowo Dipuji Atas Pidato Perdamaian Palestina-Israel di PBB Presiden Prabowo Subianto menarik perhatian dunia melalui pidatonya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pidato ini dinilai tegas, lugas, dan bebas kepentingan politik, khususnya soal perdamaian Palestina-Israel. Pernyataan tersebut memberi harapan baru bagi upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mengapresiasi sikap Presiden Prabowo. Menurutnya, pidato itu menunjukkan kepentingan dan ketegasan Indonesia dalam isu internasional. “Ini yang dibutuhkan dan lama dinantikan, khususnya soal konflik Palestina dengan Israel maupun Hamas,” ujarnya di Surabaya, Jumat (26/9/2025).

Dave menekankan bahwa posisi Indonesia sejalan dengan upaya perdamaian internasional melalui skema two state solution atau solusi dua negara. Ia berharap seluruh anggota PBB dapat menyepakati kemerdekaan Palestina sekaligus menjamin keamanan Israel. “Two state solution bukan baru pertama kali disampaikan, sudah berulang kali dibahas di PBB. Kita harap negara-negara kompak merekonsiliasi Palestina menjadi negara dan menjamin keberlangsungan Israel,” tegasnya.

Pidato Prabowo disampaikan pada KTT PBB di Markas Besar PBB, New York, Selasa (23/9/2025) dini hari WIB. Dalam pidatonya, ia mengajak negara anggota PBB segera mengakui kemerdekaan Palestina dan menghentikan segala bentuk kekerasan. “Kita harus mengakui Palestina sekarang. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita,” katanya.

Presiden juga mengutuk kekerasan terhadap masyarakat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang menjadi korban tragedi kemanusiaan di Gaza. Ia menekankan pentingnya mengatasi kebencian, rasa takut, dan kecurigaan demi tercapainya perdamaian. “Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan bagi keluarga umat manusia,” pungkasnya.

Pidato ini menegaskan komitmen Indonesia di garis depan mendukung perdamaian dunia. Harapan ke depan, pidato tegas ini mendorong negara-negara anggota PBB bekerja sama untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel secara damai.

Prabowo Dipuji Atas Pidato Perdamaian Palestina-Israel di PBB Arab Saudi Bentuk Koalisi Internasional untuk Dukungan Finansial Palestina

Arab Saudi resmi membentuk koalisi internasional darurat untuk mendukung Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat. Pengumuman disampaikan Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, dalam konferensi pers di New York, Kamis (25/8/2025), saat Sidang Umum PBB ke-80.

Koalisi ini akan menyalurkan bantuan keuangan langsung kepada PA bersama sejumlah mitra internasional. “Arab Saudi akan menyumbang US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun untuk upaya tersebut,” tegas Faisal, seperti dilansir Antara. Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas administrasi dan layanan publik di wilayah yang dikelola PA.

Konferensi pers dihadiri para menteri luar negeri dari negara Arab dan Eropa, termasuk Mesir, Yordania, dan Norwegia. Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menegaskan dukungan untuk pengerahan pasukan internasional di Gaza berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, hal ini diperlukan untuk membantu PA mengelola wilayah tersebut secara efektif.

Menlu Yordania, Ayman Safadi, menyatakan koalisi ini mencerminkan konsensus internasional mengenai pentingnya solusi dua negara. Ia menyoroti hambatan terbesar dari sikap ekstremis pemerintah Israel, yang menolak pembentukan negara Palestina. Safadi juga menuding Israel menghalangi perdamaian melalui agresi militer, ekspansi permukiman, dan perampasan tanah di Tepi Barat.

Sehari sebelumnya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan PA siap sepenuhnya mengendalikan Gaza, termasuk tanggung jawab administratif dan keamanan, serta melucuti senjata kelompok faksi. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan dengan pemimpin Arab dan negara Muslim, memaparkan rencana 21 poin untuk mengakhiri perang Israel–Gaza. Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, memastikan rencana itu ada meski detailnya belum dipublikasikan.

Pembentukan koalisi ini menunjukkan dukungan internasional signifikan bagi Palestina. Harapannya, bantuan finansial dan koordinasi internasional mampu memperkuat stabilitas, layanan publik, dan langkah menuju perdamaian yang adil di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *